MEDAN TEMBUNG,MEDANTEGAS- Kondisi Jalan William Iskandar, tepatnya di jalan raya depan sekolah MAN 1 Medan, kini kian memprihatinkan dan meresahkan warga. Keberadaan ratusan kendaraan yang parkir sembarangan di bahu dan badan jalan, ditambah pedagang kaki lima yang menggelar lapak hingga memakan setengah jalan, menjadi pemicu kemacetan panjang setiap harinya.
Berdasarkan keluhan warga yang dihimpun Redaksi Boaboa.id, kemacetan terparah terjadi pada jam-jam sibuk, yakni jam pulang sekolah sekitar pukul 13.00 - 15.00 WIB dan jam pulang aktivitas kerja masyarakat pukul 16.30 - 18.30 WIB.
"Kalau sudah jam pulang sekolah, jangan harap bisa lewat cepat. Macetnya bisa sampai ratusan meter. Angkot ngetem, Ratusan Sepeda motor punya sekolah parkir, becak motor mangkal di tengah jalan, pedagang jualan. Anak-anak sekolah mau nyebrang saja susah dan berbahaya," keluh seorang warga .
Pantauan di lapangan, Jalan William Iskandar yang merupakan jalan arteri utama penghubung Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, nyaris lumpuh total fungsinya. Jalan yang seharusnya 2 jalur lancar, menyempit menjadi hanya satu jalur karena dikuasai parkir liar.
Yang membuat warga geram, kondisi ini sudah bertahun-tahun dikeluhkan dan sudah sering viral di media sosial TikTok, Facebook dan Instagram. Namun hingga hari ini, tidak ada penertiban permanen dari pemerintah.
Warga menilai ada pembiaran dari dua instansi yang berwenang:
1. Pemkab Deli Serdang (Dishub dan Satpol PP): Dinilai gagal total menata kawasan. Tidak ada penataan zona parkir, tidak ada relokasi pedagang, dan penertiban hanya bersifat seremonial saat ada kunjungan pejabat.
2. Satlantas Polrestabes Medan: Sebagai penanggung jawab kelancaran lalu lintas di jalur tersebut, dinilai tidak pernah hadir di jam-jam rawan macet. Tidak ada personel yang mengatur lalu lintas, tidak ada penindakan tegas terhadap pelanggaran parkir dan ngetem sembarangan.
Kini Publik mendesak
Kepada Bupati Deli Serdang dan Kadis Perhubungan Deli Serdang:
Jangan tutup mata. Segera lakukan penertiban total dan permanen di Jalan William Iskandar depan MAN 1 Medan. Tertibkan parkir liar, tertibkan lapak pedagang yang memakan badan jalan, dan buat rambu larangan parkir yang tegas.
Kepada Kasat Lantas Polrestabes Medan:
Kami minta atensi serius. Tempatkan personel tetap di titik tersebut pada jam-jam padat. Lakukan patroli rutin dan berikan tindakan tegas berupa tilang dan penderekan bagi kendaraan yang parkir liar dan ngetem sembarangan yang menjadi biang macet.
Jalan ini adalah urat nadi perekonomian dan pendidikan. Keselamatan ribuan siswa MAN 1 Medan menjadi taruhannya. Jangan tunggu ada korban kecelakaan lalu lintas akibat kesemrawutan ini baru bertindak.
Ada pemandangan ironis setiap hari di depan MAN 1 Medan. Di satu sisi, di dalam gerbang sekolah, siswa diajarkan tentang disiplin, aturan, dan ketertiban. Di sisi lain, di depan gerbangnya sendiri, mereka disuguhi tontonan paling buruk tentang pelanggaran aturan yang dibiarkan.
Jalan William Iskandar adalah cermin. Cermin yang menunjukkan betapa lemahnya pemerintah kita.
Pemkab Deli Serdang dan Satlantas Polrestabes Medan seperti kehilangan nyali di satu titik ini. Ratusan kendaraan dan pedagang jelas-jelas melanggar dengan menguasai badan jalan, tapi dibiarkan. Alasannya klasik: sudah sering ditertibkan tapi balik lagi.
Jika logikanya seperti itu, maka bubarkan saja Dishub dan Satpol PP. Karena maling juga kalau ditangkap pasti akan mencuri lagi, apakah lantas tidak perlu ditangkap?
Penertiban Jalan William Iskandar bukan soal kejam kepada pedagang kecil. Ini soal hak ribuan pengguna jalan lainnya. Hak siswa MAN 1 Medan untuk aman pulang sekolah. Hak warga untuk tidak terjebak macet setiap hari karena jalan negara berubah fungsi menjadi pasar dan terminal bayangan.
Pemerintah tidak boleh kalah oleh kesemrawutan. Jika satu titik di depan sekolah saja tidak mampu ditertibkan, bagaimana kita bisa percaya janji besar untuk menata kota?
Warga tidak butuh klarifikasi normatif. Warga butuh jalan yang lancar.