-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dua Tahun Prabowo, Arus Petikemas Pelindo Tembus 15,45 Juta TEUs, Internasional Melonjak 10,07%

Jumat, 23 Oktober 2026 | Oktober 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-23T15:19:40Z
Dua T
JAKARTA,MedanTegas- Dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi momentum konsolidasi fondasi ekonomi nasional. Di tengah penguatan daya saing perdagangan dan transformasi logistik, sektor kepelabuhanan tampil sebagai urat nadi utama. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) / Pelindo membuktikan perannya dengan kinerja solid.
Berdasarkan data kinerja hingga September 2026, total arus petikemas Pelindo mencapai 15,45 juta TEUs. Angka ini tumbuh 6,85% dibandingkan periode Januari-September 2025 yang sebesar 14,46 juta TEUs. Capaian ini bukan sekadar angka, tapi sinyal kuat bahwa denyut perdagangan Indonesia semakin kencang.

Internasional Melonjak 10,07%, Jadi Mesin Pertumbuhan

Kinerja Pelindo ditopang pertumbuhan di dua segmen. Segmen domestik naik dari 7,71 juta TEUs menjadi 8,02 juta TEUs atau tumbuh 4,02%. Sementara segmen internasional melesat lebih tinggi, dari 6,75 juta TEUs menjadi 7,43 juta TEUs*, tumbuh 10,07%.

Lonjakan internasional yang menembus dua digit ini menegaskan posisi pelabuhan Indonesia yang kian diperhitungkan dalam rantai pasok global. Di tengah persaingan dagang dunia, kapasitas, efisiensi, dan konektivitas pelabuhan menjadi kunci.

Secara komposisi, segmen domestik berkontribusi 51,9% dan internasional 48,1%. Porsi yang seimbang ini menunjukkan Pelindo berhasil menjalankan dua peran sekaligus: sebagai simpul distribusi antarpulau dan sebagai gerbang perdagangan dunia.

Transformasi Logistik: Dari Sabang Sampai Merauke

Bagi Pelindo, pertumbuhan volume harus sejalan dengan transformasi layanan. Penguatan konektivitas dari Sabang sampai Merauke, transformasi digital, optimalisasi terminal, dan integrasi sistem menjadi agenda utama untuk menekan biaya logistik nasional.

Tujuh faktor menjadi pendorong pertumbuhan ini: peningkatan ekspor-impor, penambahan rute dan kunjungan kapal, pertumbuhan kawasan industri, peningkatan kapasitas terminal, proyek strategis nasional, konektivitas antarpulau, dan integrasi sistem logistik.

Sinergi pemerintah, operator pelabuhan, pelayaran, dan industri menjadi kunci agar pertumbuhan ini memberi dampak nyata bagi ekonomi.

Menatap Masa Depan: Pelabuhan Bukan Sekadar Tempat Sandar

Memasuki fase pembangunan berikutnya, tantangan Indonesia bukan hanya soal volume. Pelabuhan harus berevolusi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mempercepat distribusi, mendukung industrialisasi, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Capaian 15,45 juta TEUs adalah momentum. Momentum ini harus diperkuat dengan produktivitas, inovasi layanan, dan kolaborasi lintas sektor.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, agenda pembangunan daya saing Indonesia terus berlanjut. Dan di sanalah peran Pelindo menjadi vital.

Pelindo Menghubungkan Negeri, Mendorong Pertumbuhan, Memperkuat Indonesia.

Iklan

Berita Lainnya

Iklan

×
Berita Terbaru Update