Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tiga bersaudara terduga bandar sabu serang warga Tanjung Kuba, korban belum buat laporan karena takut

Selasa, 08 September 2026 | 9/08/2026 08:17:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-08T13:17:43Z

Tiga bersaudara terduga bandar sabu serang warga Tanjung Kuba, korban belum buat laporan karena takut


Batubara – Keresahan warga Jl. Syarifuddin Gang Keluarga Tanjung Kubah, Kabupaten Batubara semakin memuncak. Peredaran dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang berlangsung terang-terangan kini berujung pada intimidasi dan kekerasan terhadap warga yang dianggap "mengganggu" bisnis haram tersebut.  
Ironisnya, hingga kini Polres Batubara dinilai belum menunjukkan tindakan tegas meski bukti video sudah viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang dengan bebas mengonsumsi dan menjual sabu di salah satu lokasi Tanjung Kuba. Perekam juga menyorot adanya timbangan digital yang diduga digunakan untuk transaksi.

Alih-alih membuat jera, video itu justru memicu aksi nekat para terduga bandar. Warga yang dianggap "kibus" atau mengganggu mulai diteror.

"Jangan kau jadi kibus di sini", teriak salah satu terduga pelaku kepada warga, disertai makian kasar dan ancaman keselamatan.

Puncaknya terjadi pada Sabtu, 6 September 2026. Berdasarkan rekaman CCTV, tiga orang bersaudara berinisial BS alias Banteng, IW, dan TND* mendatangi rumah warga berinisial AP .  

Salah satu pelaku yang bertelanjang dada mendorong korban wanita ke pintu pagar dengan keras, lalu membenturkan kepala korban AP ke pagar sambil melontarkan kata-kata kotor. Peristiwa itu berawal dari keributan dan adu mulut setelah IWN datang menggeber-geber sepeda motornya di depan rumah korban.

Korban AP mengaku sudah dipanggil oleh Kasat Narkoba Polres Batubara dan dijanjikan akan ditindaklanjuti. Namun hingga berita ini diturunkan, korban mengaku belum membuat laporan polisi resmi karena masih dihantui rasa takut.

"Kami hanya minta keadilan. Tangkap mereka. Kami sudah tidak aman tinggal di sini," ujar AP.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar publik. Ketika bukti video sudah jelas dan korban sudah mengalami kekerasan fisik, mengapa proses hukum belum dimulai dan para terduga pelaku masih bebas berkeliaran?

Melihat situasi yang semakin berbahaya, kini publik mendesak, :

Kapolres Batubara, Segera lakukan penyelidikan dan penindakan terhadap lokasi peredaran sabu di Tanjung Kuba yang sudah viral. Jangan tunggu laporan resmi jika sudah ada bukti dan korban.

Satres Narkoba Polres Batubara, Proses hukum ketiga terduga pelaku BS, IW, dan TND atas dugaan penganiayaan dan pengancaman. Lakukan penangkapan cepat agar tidak ada korban lain.

Kapolda Sumut, Lakukan supervisi terhadap penanganan kasus narkoba di Batubara. Pastikan tidak ada pembiaran dan ada perlindungan bagi warga pelapor.

Pemkab Batubara & BNNK Batubara, Lakukan operasi gabungan dan program pencegahan di Tanjung Kuba. Libatkan tokoh masyarakat untuk memutus mata rantai peredaran.

Narkoba sudah meresahkan. Intimidasi sudah terjadi. Jika aparat terus menunggu, lalu siapa yang melindungi warga?

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi ke Polres Batubara belum mendapat jawaban resmi.
×
Berita Terbaru Update